Jumat, 26 Juni 2015

TIPE KULIT WAJAH

Tipe kulit wajah


Tipe kulit wajah dipengaruhi oleh masalah genetis (keturunan) dan tidak bisa diubah. Mayoritas tipe kulit wajah didasarkan pada tingkat aktifitas kelenjar minyak (glandula cebacea). Aktifitas kelenjar minyak ini bisa sangat aktif mengeluarkan minyak, sedang saja, atau kurang aktif. Inilah yang menyebabkan berbedaan jenis kulit wajah.

Ada 4 tipe kulit wajah:
1. Kulit wajah berminyak (oily skin). Tipe kulit ini menampakkan kondisi mengkilat hampir di setiap waktu karena aktifitas kelenjar minyak yang berlebih dalam memproduksi minyak secara merata di seluruh wajah.
Kelebihan jenis kulit ini adalah lambat mengalami penuaan (wrinkle/kerutan) karena kulit wajah selalu lembab.
Kekurangannya adalah gampang tampak kusam dan mudah mengikat debu sehingga berpotensi timbul jerawat.
Wajah berminyak umumnya adalah jenis kulit bandel.

2. Kulit wajah normal berminyak (normal-oily skin). Aktifitas kelenjar minyak untuk tipe kulit ini sedang saja. Biasanya tampak sedikit mengkilat saat siang hari setelah melakukan aktifitas.

3. Kulit wajah normal kering (normal-dry skin). Aktifitas kelenjar minyak untuk tipe kulit ini rendah. Kulit tampak selalu kering karena kekurangan minyak sebagai pelembab alami.
Kelebihan jenis kulit ini adalah hampir tidak pernah berjerawat dan jarang terlihat kusam.
Kekurangannya adalah gampang mengalami wrinkle (berkerut) sehingga sering mengalami aging (penuaan dini). Pada jenis kulit yang mengalami kekeringan sangat, biasanya akan terasa kaku dan sedikit perih. Tipe kulit ini biasanya lebih sensitif dibandingkan jenis kulit lain.

4. Kulit wajah kombinasi (combination skin). Tipe kulit ini menampakan ciri berminyak di bagian dahi, hidung, dan dagu (daerah T). Sedangkan daerah pipi tipenya normal atau kering. Kondisi ini disebabkan karena kelenjar minyak lebih aktif di daerah T.